Selasa, 19 April 2011

LOMBA FLASH TRUE STORY (FTS): IMPIANKU MENJADI PENULIS ...

Syarat  dan ketentuan:
  1. Lomba ini terbuka untuk umum di seluruh Indonesia dan luar negeri, tanpa batasan usia, jenis kelamin, pendidikan, dll.
  2. Bersifat perorangan, masing-masing peserta hanya boleh mengirim 1 tulisan.
  3. Maksimal 200 kata.
  4. Tema: Impianku Menjadi Penulis …
  5. Ditulis dalam note FB-nya dan biodata singkat maksimal 75 kata ditulis di bagian bawah tulisannya. Serta WAJIB mentag bersama informasi ini minimal kepada 20 orang teman.
  6. WAJIB mentag note FB-nya ke FB Joni Lis Efendi (jika belum berteman silakan di-add).
  7. Naskah diterima panitia selambat-lambatnya pada tanggal 30 April 2011 pukul 23.59 WIB.
  8. Dewan juri akan menetapkan 5 ORANG PEMENANG, yang berhak mendapatkan BEASISWA Sekolah Menulis Cerpen Online (SMCO) senilai @Rp 150 ribu; belajar gratis menulis cerpen online selama 2 bulan, dapat sertifikat dan kartu anggota Writing Revolution (WR), berhak ikutan LOMBA CERPEN REMAJA 2011 dan proyek buku antologi WR serta berbagai lomba khusus warga WR lainnya.
  9. Info lengkap Sekolah Menulis Cerpen Online (SMCO) klik: www.menulisdahsyat.blogspot.com atau www.writing-revolution.com
  10. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.
»»  READMORE...

Senin, 18 April 2011

ANTOLOGI PERTAMAKU : Sebuah Episode Pengamen

Telah terbit di LeutikaPrio!!!

Judul : Wujudkan Mimpimu: Sebuah Episode Pengamen
Penulis : Ceko & Pemenang Lomba FF Pengamen Cinta
Tebal : viii + 165 hlm
ISBN : 978-602-9079-54-8
Harga : Rp 38.700,-

Sinopsis :

Hingga kini, terwujud sudah antologi flash fiction: “Wujudkan Mimpimu: Sebuah Episode Pengamen” yang berisi 50 karya penulis terpilih. Plus sebuah flash fiction yang diadaptasi dari cerita pementasan teater “Wujudkan Mimpimu” yang diperankan oleh Anak-anak Komunitas Tol Pasteur di bawah naungan Ubuntu Theatre Organization, ‘mainteater’, dan Yayasan Bahtera.

Barisan huruf, rangkaian kata, dan kalimat dalam buku ini seolah bukan hanya bentuk visual bacaan inspiratif, namun akan terasa berubah menjadi audio berbentuk rangkaian nada-nada mayor-minor. Seperti saat mendengarkan para musisi jalanan menjual suaranya, apakah akan kita dengarkan atau abaikan begitu saja?

“Buku yang inspiratif dan humanis. Kisahnya pendek-pendek, namun menghentak, menghunjam rasa kemanusiaan, membangun empati pada orang-orang yang terpinggirkan, sekaligus pembangkit semangat. Bahwa harapan itu selalu ada. Layak dibaca oleh para pejuang kehidupan.”
(Tethy Ezokanzo, penulis lebih dari 25 buku)

Ps : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met Order,all!!
»»  READMORE...

Ikuti KUMCERKU di LeutikaPrio!

Ada belasan file cerpen bertebaran di laptopmu. Ada setumpuk kertas berisi cerpen-cerpen jadul yang hanya kalian tulis, baca dan simpan. Apa kalian suka bertukar cerpen dengan kawan-kawan lain yang juga hobi menulis? Kenapa nggak bikin antologi aja?  So, Leutika mengajak kalian yang punya karya untuk ikutan event “Kumcerku di LeutikaPRIO”.

Ketentuan :
1. Add akun Fb Leutika Prio bagi yang belum menjadi teman Fb (wajib)
2. KumCer bertema bebas.

3. Isi naskah tidak mengandung SARA, pornografi, dan belum pernah diterbitkan oleh pihak lain (baik secara massal maupun online).
4. Persyaratan halaman:
 Satu naskah terdiri dari minimal 10 cerpen,dengan perkiraan hal masing-masing cerpen 3-4 halaman A4 spasi 1 ½ Times New Roman 12.
10 Cerpen tersebut bisa ditulis oleh MAKSIMAL 5 orang. Jadi tidak harus 1 orang, kok :)

5. Kirim karyamu ke leutikaprio@hotmail.com dengan subjek “KumCerku di LeutikaPRIO”. Lengkapi juga dengan:
a. Sinopsis
b. Biodata (Nama asli, nama pena, tempat tanggal lahir, alamat sesuai KTP, alamat surat, email, alamat fb, no telp/HP yang bisa dihubungi, dan no rekening yang masih aktif)

Jika naskah adalah tulisan lebih dari 1 orang, tetap sertakan biodata seluruh penulis.

Seluruh data tersebut bisa dijadikan dalam satu file : Sinopsis dan Biodata.

6. Mohon untuk meng-attach file dan tidak menaruhnya di badan email. Setiap karya yang dikirim ke selain email di atas, tidak kami data dan kami anggap tidak sah.

7. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan satu naskah terbaiknya. Ketentuan ini juga berlaku bagi penulis “keroyokan”, hanya boleh menulis untuk 1 judul buku.

8. Posting gambar event & materi lomba di FB masing2. Tag minimal 25 orang. Anda tidak perlu men-tag Leutika.

Hadiah:
Leutika akan memilih 5 (lima) karya terbaik untuk diterbitkan secara GRATIS di LeutikaPRIO dengan paket penerbitan senilai total Rp 2.500.000,-. Pemenang juga mendapatkan 1 eks hasil buku jadi, dan royalti dari penjualan buku.
Selain itu pemenang akan mendapat Paket Buku gratis dari Leutika (judul tidak bisa memilih).
Hadiah buku akan dikirim langsung ke alamat pemenang.

Deadline: 
31 Mei 2011 jam 12 malam. (Jangan mepet2 deadline ya :)

Pengumuman Pemenang:
6 Juni 2011 jam 12 siang  di website Leutika, LeutikaPrio dan seluruh FB Leutika group.
»»  READMORE...

LMCR-2011 ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD ke 6 tahun 2011

Lomba Menulis Fiksi Paling Bergengsi
LMCR
KEMBALI MENGUNDANG ANDA UNTUK BERPRESTASI
Raih Hadiah Total Rp 95 Juta

Syarat-Syarat Lomba
  1. Lomba ini terbuka untuk pelajar SLTP (Kategori A), SLTA (Kategori B)  dan Mahasiswa/Guru/Umum (Kategori C)  dari seluruh Indonesia atau mereka yang sedang studi/bertugas di luar negeri
  2. Lomba dibuka  21 April 2011 dan ditutup 21 September 2011 (stempel pos)
  3. Tema Cerita: Dunia remaja dan segala aspek serta aneka rona kehidupannya (cinta, kebahagiaan, kepedihan, kekecewaan,  harapan, kegagalan, cita-cita, persahabatan, pengalaman unik, petulangan  maupun perjuangan hidup)
  4. Judul bebas, tetapi mengacu pada tema Butir 3
  5. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu judul. Judul boleh menggunakan bahasa asing
  6. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik, benar dan indah (literer). Bahasa daerah, bahasa prokem, bahasa gaul dan bahasa asing boleh digunakan untuk dialog (bukan narasi)
  7. Naskah yang dilombakan harus asli, bukan jiplakan dan belum pernah dipublikasikan
  8. Ketentuan naskah:
  1. Ditulis di atas kertas ukuran kuarto atau A-4, ditik berjarak spasi 1,5 spasi, huruf 12 font Times New Roman, margin kiri-kanan rata maksimal 3Cm
  2. Panjang naskah 6 (enam) – 10 (sepuluh) halaman, diprint 3 (tiga) rangkap (copy) disertai file dalam CD
  3. Naskah disertai sinopsis, biodata singkat pengarang dan foto dalam pose bebas ukuran postcard. Lampiran lainnya: Fotocopy KTP/SIM atau Kartu Pelajar/Mahasiswa  dan Kartu Keluarga (pilih salah satu)
  4. Setiap judul naskah yang dilombakan wajib dilampiri 1 (satu) kemasan LIP ICE jenis atau saja atau segel SELSUN jenis apa saja
  5. Naskah yang dilombakan beserta lampirannya dimasukkan ke dalam amplop tertutup, cantumkan tulisan PESERTA LMCR-2011 sesuai dengan kategorinya pada bagian kanan atas amplop
  6. Naskah dan persyaratan (Butir e) dikirim ke alamat:
Panitia LMCR-2011 ROHTO-MENTHOLATUM  GOLDEN AWARD
Jalan Gunung Pancar No.25 Bukit Golf Hijau, Sentul City
Bogor 16810 – Jawa Barat
  1. Hasil lomba diumumkan  15 Oktober 2011 melalui website: www.rayakultura.net dan www.rohto.co.id
  2. Keputusan Dewan Juri bersifat final dan mengikat
  3. Naskah yang masuk ke Kotak Pos  Panitia LMCR-2011 menjadi milik PT ROHTO, hak cipta milik pengarangnya
  4. Informasi lebih lanjut silakan e-mail ke: lmcr.kelima@gmail.com
Hasil Lomba dan Hadiah Untuk Para Pemenang
Pajak hadiah para pemenang ditanggung PT ROHTO Laboratories Indonesia

Kategori A (Pelajar SLTP)
  • Pemenang I  – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD
  • Pemenang II  – Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • Pemenang III – Uang Tunai Rp 2.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 5 (lima) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dari PT ROHTO + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 15 (lima belas) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • Sekolah Pemenang I, II dan III berhak mendapat 1 (satu) Unit TV
Kategori B (Pelajar SLTA)
  • Pemenang I – Uang Tunai Rp 5.000.000,- + ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD
  • Pemenang II – Uang Tunai  Rp 4.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • Pemenang III – Uang Tunai Rp 3.000.000,-  + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 5 (lima) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Uang Tunai  Rp 1.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 15 (lima belas) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dari PT ROHTO + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 50 (lima puluh) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • Sekolah Pemenang I, II dan III berhak mendapat 1(satu) Unit TV
Kategori C (Mahasiswa/Guru/Umum)
  • Pemenang I – Uang Tunai  Rp 7.000.000,- + ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD
  • Pemenang II – Uang Tunai Rp 6.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • Pemenang III – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.500.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 20 (dua puluh)  Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dariPT ROHTO + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 200 (dua ratus) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
Seluruh pemenang mendapat Antologi LMCR-2011 dan Buku TELAGA INSPIRASI MENULIS FIKSI karya Naning Pranoto
»»  READMORE...

Kamis, 14 April 2011

ENGKAULAH WANITA PALING MULIA


WAHAI SAUDARIKU…
Seorang muslimah yang shalehah adalah yang selalu bersikap baik kepada suaminya dan selalu mentaatinya setelah ketaatannya kepada ALLAH. Rasulullah Saw memuji wanita seperti ini dan menjadikannya wanita ideal yang harus dipilih oleh lelaki. Ketika seorang sahabat bertanya, “istri yang bagaimanakah yang paling baik?” Rasululah menjawab, “istri yang menyenangkan jika suaminya melihatnya, yang taat jika suaminya memerintahnya, dan yang tidak membantahnya dan tidakmembelanjakan harta suaminyauntuk halhal yang tidak disukai suaminya.
Rasululah juga pernah mengabarkan, bahwa masuknya seorang wanita ke dalam surge adalah tergantung keridhaan suaminya. Ummi salamah.r .a. meriwayatkan: Rasululah Saw bersabda,” siapapun wanita yang meninggal dunia dan suaminya meridhainya, maka ia akan masuk surga..”
Ada satu nasehat bagus yang diwariskan seorang wanita Arab, yaitu nasihat Umamah binti Harits kepada putrinya, Ummu Iyas binti Auf pada malam pernikahannya:
·         Seorang istri harus mematuhi suaminya dengan penuh ketulusan dan memperhatikan perintahnya dengan penuh ketaatan <selama perintah itu tidak menentang syariat agama>
·         Seorang istri hendaklah memelihara kebersihan bagian bagian tubuhnya yang selalu menjadi tujuan hidung dan mata suami. Jangan sampai ia melihat sesuatu yang tidak menyenangkan pada dirimu dan agar ia selalu mencium aroma wangi dari tubuhmu
·         Seorang istri hendaklah selalu memperhatikan waktu makan dan waktu tidur suaminya. Karena rasa lapar membuatnya garang dan kurang tidur membuatnya mudah marah
·          Seorang istri hendaklah menjaga harta suaminya, memelihara kehormatanya dan keluarganya,mengatur keuangan rumah tangga yang baik dan merawat anak anak dengan penuh cinta.
·         Jangan pernah menentang perintahnya , menyebarkan aib atau rahasianya
·         Jangan tampakkan wajah ceria dihadapannya ketikaia sedang bersedih dan jangan pulatampakan wajah sedih saat ia sedang bahagia

Semoga kita semua bias menjadi wanita mulia itu. Dan semoga kita mendapat pendamping hidup lelaki yang soleh dan TIDAK PERNAH mengajak kita berbuat maksiat. Karena meski setiap perintah suami wajib dituruti, perintah dan ajakan untuk berbuat maksiat kepada ALLAH tetaplah harus kita tolak. Karena ketaatan kita yang pertama adalah kepada ALAH SWT.

<Dr.Aidh Abdulah Al-Qarni, La TahzanFor Smart Muslimah. Dengan sedikit perubahan dan tambahan>
»»  READMORE...

Rabu, 13 April 2011

SANG KOMANDAN

Oleh Yazmin Aisyah

Bunda, siapakah yang disebut pahlawan itu?
Apakah hanya dia yang  tercantum dalam buku sejarah nan kelam?
Yang wanginya terus melati, makamnya selalu diziarahi
Namanya abadi dalam gedung tinggi,
Dan sekian ratus meter aspal menghitam

Bunda, aku punya beberapa puluh wanita dan pria yang mulia
Mendidikku dari tak bisa membaca sampai pandai merangkai kata
Mereka disebut dalam lagu sebagai pahlawan tanpa tanda dan jasa
Kau dan aku setuju kan Bunda?
Karena ilmu yang mereka berikan tak pernah hilang meski termakan usia

Bunda, tapi aku tak mengerti
Bagaimana dengan Sumiati, Kikim Komalasari
Dan entah berapa ribu lagi TKI yang terlukai
Bukankah merekapun pahlawan negeri?
Yang tak tersadari, mengais rezeki ditengah manusia tak bernurani
Padahal negeri ini, kaya tak terperi

Oh Bunda, aku semakin tak mengerti
Benarkah predikat pahlawan itu bergengsi?
Mengapa anak cucu bahkan istrinya sering masuk televisi?
Bukan untuk menerima upeti
Tapi karena harus terusir dari rumah yang berpuluh tahun didiami

Bunda, Bolehkah aku terus mencari?
Menyelami arti dari semua istilah yang membingungkan ini
Karena bagiku sejak dulu hingga kini
Hanya engkau pahlawan sejati
Yang tak pernah lelah mengabdi pada semua yang kau cintai
Padahal kau tahu betapa bebalnya kami
Tapi senyummu tak pernah habis terlukisi

Bunda, jika nanti kutemukan
Aku ingin menulis buku dan menerbitkan
Mereka yang kuanggap pahlawan
Dan namamu…
Kuletakkan dihalaman depan
Karena bagiku, kau lah komandan para pahlawan  

Dedicate to My Mom

»»  READMORE...

HITAM PUTIH

Putih, bersih, suci.
Gaun pengantin putih itu tergeletak diranjangku. Menerorku dengan kesuciannya.
Aku tak pantas memakainya. Bukan aku. Bukan orang orang hitam sepertiku. Karena warna yang tercipta akan sangat kontras, tak pantas.  Bagaimana mungkin dia, sang malaikat yang menguarkan aura putih itu memintaku mengenakan gaun yang hanya pantas dipakai oleh bidadari saja. Padahal hitamku jelas terlukis. Ia tahu.
“aku pahami jalan hidupmu sebagai garis takdir. Hitam itu hanya warna. Izinkan aku berusaha mengembalikan dirimu kembali bidadari, putih meski sedikit demi sedikit…”
Itu yang dikatakannya, mengapa tekadnya begitu kuat? Tak takutkah ia jika putihnya ternoda? Dia tak kan mendapatkan apapun dariku selain rasa kecewa. Bahkan mungkin… kehancuran.
Aku membuka sedikit pintu kamar, mengintip kesibukan dari celah pintu. Orang orang lalu lalang mempersiapkan pernikahanku. Ohh…pernikahanku tinggal menunggu hitungan jam saja. Bagaimana ini?
Pintu kamarku diketuk. Ibu masuk dan menatapku dalam dalam.
“jangan khawatirkan apapun. Bukankah dia telah menerimamu apa adanya? Dia tahu semua tentangmu dan jika ia masih ingin menikahimu, itu adalah karunia dari Allah. Hadiah atas pertobatanmu..”
ibu mengelus kepalaku pelan. Penuh sayang. Namun sedetikpun aku tak berani menatap mata beningnya. Bu, semoga tidak kau lihat luka yang masih harus kusembunyikan. Luka yang menggores hampir seluruh tubuh hitamku. Tak mungkin kubuka karena itu akan membuatmu berduka.
“tidurlah. Besok pagi pagi kau harus sudah bangun. Lihat, gaun itu menantimu…”
Ia tersenyum sambil menunjuk gaun putih itu. hatiku berdesir.
Putih.
Ohh… betapa takutnya aku akan warna itu. karena ia ‘musuhku’
Ibu berlalu, menutup pintu kamar, meninggalkanku dalam senyap. Kamar ini, esok akan menjadi kamar pengantin. Nuansa putih - ohh…lagi lagi putih – yang mendominasi dekorasi membuatku mulai gemetar.
Aku menerima pinangan laki laki itu karena tahu betapa ingin Ibu melihatku menikah. Laki laki putih itu, mungkin adalah pilihan terbaik bagi gadis manapun. Kecuali aku. Aku tak kuasa menolak saat melihat mata ibu yang memohon. Padahal hatiku gamang. Ia putih. Aku hitam. Bagaimana mungkin bisa disatukan?
Dan kini, aku berada dipersimpangan. Masih ada beberapa jam lagi untuk membuat keputusan. Menikahinya berarti menghancurkan hidupnya. Membatalkan pernikahan sama saja mnghancurkan hati Ibu. Mana yang harus kupilih?
Aku memejamkan mata. Namun siluet itu kembali membayang. Obat obatan laknat, jarum suntik, tes darah..
HIV
Aku tersentak. Bagaimana mungkin aku melakukan ini? Bagaiamana mungkin aku menodainya putihnya dengan hitamku? membiarkannya berubah warna menjadi kelabu. Warna yang suram, tak hidup, tak enak dipandang mata. Bahkan bagiku ia bukan warna.
Dan jika nantinya ia menyiramiku, berarti tunas yang akan tumbuhpun semua akan kelabu, layu…
Itu tak boleh terjadi…
Dan sejam kemudian, disinilah aku. Mengemas gerimis sendiri. Mencoba berdamai dengan hati. Tak kan kubiarkan putih malaikat itu ternoda oleh hitamku.
Ibu, maafkan aku. Kuharap, suatu saat nanti kau akan tahu dengan caramu. Kau pasti mengerti.

»»  READMORE...

Selasa, 19 April 2011

LOMBA FLASH TRUE STORY (FTS): IMPIANKU MENJADI PENULIS ...

Syarat  dan ketentuan:
  1. Lomba ini terbuka untuk umum di seluruh Indonesia dan luar negeri, tanpa batasan usia, jenis kelamin, pendidikan, dll.
  2. Bersifat perorangan, masing-masing peserta hanya boleh mengirim 1 tulisan.
  3. Maksimal 200 kata.
  4. Tema: Impianku Menjadi Penulis …
  5. Ditulis dalam note FB-nya dan biodata singkat maksimal 75 kata ditulis di bagian bawah tulisannya. Serta WAJIB mentag bersama informasi ini minimal kepada 20 orang teman.
  6. WAJIB mentag note FB-nya ke FB Joni Lis Efendi (jika belum berteman silakan di-add).
  7. Naskah diterima panitia selambat-lambatnya pada tanggal 30 April 2011 pukul 23.59 WIB.
  8. Dewan juri akan menetapkan 5 ORANG PEMENANG, yang berhak mendapatkan BEASISWA Sekolah Menulis Cerpen Online (SMCO) senilai @Rp 150 ribu; belajar gratis menulis cerpen online selama 2 bulan, dapat sertifikat dan kartu anggota Writing Revolution (WR), berhak ikutan LOMBA CERPEN REMAJA 2011 dan proyek buku antologi WR serta berbagai lomba khusus warga WR lainnya.
  9. Info lengkap Sekolah Menulis Cerpen Online (SMCO) klik: www.menulisdahsyat.blogspot.com atau www.writing-revolution.com
  10. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.

Senin, 18 April 2011

ANTOLOGI PERTAMAKU : Sebuah Episode Pengamen

Telah terbit di LeutikaPrio!!!

Judul : Wujudkan Mimpimu: Sebuah Episode Pengamen
Penulis : Ceko & Pemenang Lomba FF Pengamen Cinta
Tebal : viii + 165 hlm
ISBN : 978-602-9079-54-8
Harga : Rp 38.700,-

Sinopsis :

Hingga kini, terwujud sudah antologi flash fiction: “Wujudkan Mimpimu: Sebuah Episode Pengamen” yang berisi 50 karya penulis terpilih. Plus sebuah flash fiction yang diadaptasi dari cerita pementasan teater “Wujudkan Mimpimu” yang diperankan oleh Anak-anak Komunitas Tol Pasteur di bawah naungan Ubuntu Theatre Organization, ‘mainteater’, dan Yayasan Bahtera.

Barisan huruf, rangkaian kata, dan kalimat dalam buku ini seolah bukan hanya bentuk visual bacaan inspiratif, namun akan terasa berubah menjadi audio berbentuk rangkaian nada-nada mayor-minor. Seperti saat mendengarkan para musisi jalanan menjual suaranya, apakah akan kita dengarkan atau abaikan begitu saja?

“Buku yang inspiratif dan humanis. Kisahnya pendek-pendek, namun menghentak, menghunjam rasa kemanusiaan, membangun empati pada orang-orang yang terpinggirkan, sekaligus pembangkit semangat. Bahwa harapan itu selalu ada. Layak dibaca oleh para pejuang kehidupan.”
(Tethy Ezokanzo, penulis lebih dari 25 buku)

Ps : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met Order,all!!

Ikuti KUMCERKU di LeutikaPrio!

Ada belasan file cerpen bertebaran di laptopmu. Ada setumpuk kertas berisi cerpen-cerpen jadul yang hanya kalian tulis, baca dan simpan. Apa kalian suka bertukar cerpen dengan kawan-kawan lain yang juga hobi menulis? Kenapa nggak bikin antologi aja?  So, Leutika mengajak kalian yang punya karya untuk ikutan event “Kumcerku di LeutikaPRIO”.

Ketentuan :
1. Add akun Fb Leutika Prio bagi yang belum menjadi teman Fb (wajib)
2. KumCer bertema bebas.

3. Isi naskah tidak mengandung SARA, pornografi, dan belum pernah diterbitkan oleh pihak lain (baik secara massal maupun online).
4. Persyaratan halaman:
 Satu naskah terdiri dari minimal 10 cerpen,dengan perkiraan hal masing-masing cerpen 3-4 halaman A4 spasi 1 ½ Times New Roman 12.
10 Cerpen tersebut bisa ditulis oleh MAKSIMAL 5 orang. Jadi tidak harus 1 orang, kok :)

5. Kirim karyamu ke leutikaprio@hotmail.com dengan subjek “KumCerku di LeutikaPRIO”. Lengkapi juga dengan:
a. Sinopsis
b. Biodata (Nama asli, nama pena, tempat tanggal lahir, alamat sesuai KTP, alamat surat, email, alamat fb, no telp/HP yang bisa dihubungi, dan no rekening yang masih aktif)

Jika naskah adalah tulisan lebih dari 1 orang, tetap sertakan biodata seluruh penulis.

Seluruh data tersebut bisa dijadikan dalam satu file : Sinopsis dan Biodata.

6. Mohon untuk meng-attach file dan tidak menaruhnya di badan email. Setiap karya yang dikirim ke selain email di atas, tidak kami data dan kami anggap tidak sah.

7. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan satu naskah terbaiknya. Ketentuan ini juga berlaku bagi penulis “keroyokan”, hanya boleh menulis untuk 1 judul buku.

8. Posting gambar event & materi lomba di FB masing2. Tag minimal 25 orang. Anda tidak perlu men-tag Leutika.

Hadiah:
Leutika akan memilih 5 (lima) karya terbaik untuk diterbitkan secara GRATIS di LeutikaPRIO dengan paket penerbitan senilai total Rp 2.500.000,-. Pemenang juga mendapatkan 1 eks hasil buku jadi, dan royalti dari penjualan buku.
Selain itu pemenang akan mendapat Paket Buku gratis dari Leutika (judul tidak bisa memilih).
Hadiah buku akan dikirim langsung ke alamat pemenang.

Deadline: 
31 Mei 2011 jam 12 malam. (Jangan mepet2 deadline ya :)

Pengumuman Pemenang:
6 Juni 2011 jam 12 siang  di website Leutika, LeutikaPrio dan seluruh FB Leutika group.

LMCR-2011 ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD ke 6 tahun 2011

Lomba Menulis Fiksi Paling Bergengsi
LMCR
KEMBALI MENGUNDANG ANDA UNTUK BERPRESTASI
Raih Hadiah Total Rp 95 Juta

Syarat-Syarat Lomba
  1. Lomba ini terbuka untuk pelajar SLTP (Kategori A), SLTA (Kategori B)  dan Mahasiswa/Guru/Umum (Kategori C)  dari seluruh Indonesia atau mereka yang sedang studi/bertugas di luar negeri
  2. Lomba dibuka  21 April 2011 dan ditutup 21 September 2011 (stempel pos)
  3. Tema Cerita: Dunia remaja dan segala aspek serta aneka rona kehidupannya (cinta, kebahagiaan, kepedihan, kekecewaan,  harapan, kegagalan, cita-cita, persahabatan, pengalaman unik, petulangan  maupun perjuangan hidup)
  4. Judul bebas, tetapi mengacu pada tema Butir 3
  5. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu judul. Judul boleh menggunakan bahasa asing
  6. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik, benar dan indah (literer). Bahasa daerah, bahasa prokem, bahasa gaul dan bahasa asing boleh digunakan untuk dialog (bukan narasi)
  7. Naskah yang dilombakan harus asli, bukan jiplakan dan belum pernah dipublikasikan
  8. Ketentuan naskah:
  1. Ditulis di atas kertas ukuran kuarto atau A-4, ditik berjarak spasi 1,5 spasi, huruf 12 font Times New Roman, margin kiri-kanan rata maksimal 3Cm
  2. Panjang naskah 6 (enam) – 10 (sepuluh) halaman, diprint 3 (tiga) rangkap (copy) disertai file dalam CD
  3. Naskah disertai sinopsis, biodata singkat pengarang dan foto dalam pose bebas ukuran postcard. Lampiran lainnya: Fotocopy KTP/SIM atau Kartu Pelajar/Mahasiswa  dan Kartu Keluarga (pilih salah satu)
  4. Setiap judul naskah yang dilombakan wajib dilampiri 1 (satu) kemasan LIP ICE jenis atau saja atau segel SELSUN jenis apa saja
  5. Naskah yang dilombakan beserta lampirannya dimasukkan ke dalam amplop tertutup, cantumkan tulisan PESERTA LMCR-2011 sesuai dengan kategorinya pada bagian kanan atas amplop
  6. Naskah dan persyaratan (Butir e) dikirim ke alamat:
Panitia LMCR-2011 ROHTO-MENTHOLATUM  GOLDEN AWARD
Jalan Gunung Pancar No.25 Bukit Golf Hijau, Sentul City
Bogor 16810 – Jawa Barat
  1. Hasil lomba diumumkan  15 Oktober 2011 melalui website: www.rayakultura.net dan www.rohto.co.id
  2. Keputusan Dewan Juri bersifat final dan mengikat
  3. Naskah yang masuk ke Kotak Pos  Panitia LMCR-2011 menjadi milik PT ROHTO, hak cipta milik pengarangnya
  4. Informasi lebih lanjut silakan e-mail ke: lmcr.kelima@gmail.com
Hasil Lomba dan Hadiah Untuk Para Pemenang
Pajak hadiah para pemenang ditanggung PT ROHTO Laboratories Indonesia

Kategori A (Pelajar SLTP)
  • Pemenang I  – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD
  • Pemenang II  – Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • Pemenang III – Uang Tunai Rp 2.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 5 (lima) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dari PT ROHTO + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 15 (lima belas) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • Sekolah Pemenang I, II dan III berhak mendapat 1 (satu) Unit TV
Kategori B (Pelajar SLTA)
  • Pemenang I – Uang Tunai Rp 5.000.000,- + ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD
  • Pemenang II – Uang Tunai  Rp 4.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • Pemenang III – Uang Tunai Rp 3.000.000,-  + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 5 (lima) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Uang Tunai  Rp 1.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 15 (lima belas) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dari PT ROHTO + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 50 (lima puluh) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • Sekolah Pemenang I, II dan III berhak mendapat 1(satu) Unit TV
Kategori C (Mahasiswa/Guru/Umum)
  • Pemenang I – Uang Tunai  Rp 7.000.000,- + ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD
  • Pemenang II – Uang Tunai Rp 6.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • Pemenang III – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.500.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 20 (dua puluh)  Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dariPT ROHTO + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 200 (dua ratus) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
Seluruh pemenang mendapat Antologi LMCR-2011 dan Buku TELAGA INSPIRASI MENULIS FIKSI karya Naning Pranoto

Kamis, 14 April 2011

ENGKAULAH WANITA PALING MULIA


WAHAI SAUDARIKU…
Seorang muslimah yang shalehah adalah yang selalu bersikap baik kepada suaminya dan selalu mentaatinya setelah ketaatannya kepada ALLAH. Rasulullah Saw memuji wanita seperti ini dan menjadikannya wanita ideal yang harus dipilih oleh lelaki. Ketika seorang sahabat bertanya, “istri yang bagaimanakah yang paling baik?” Rasululah menjawab, “istri yang menyenangkan jika suaminya melihatnya, yang taat jika suaminya memerintahnya, dan yang tidak membantahnya dan tidakmembelanjakan harta suaminyauntuk halhal yang tidak disukai suaminya.
Rasululah juga pernah mengabarkan, bahwa masuknya seorang wanita ke dalam surge adalah tergantung keridhaan suaminya. Ummi salamah.r .a. meriwayatkan: Rasululah Saw bersabda,” siapapun wanita yang meninggal dunia dan suaminya meridhainya, maka ia akan masuk surga..”
Ada satu nasehat bagus yang diwariskan seorang wanita Arab, yaitu nasihat Umamah binti Harits kepada putrinya, Ummu Iyas binti Auf pada malam pernikahannya:
·         Seorang istri harus mematuhi suaminya dengan penuh ketulusan dan memperhatikan perintahnya dengan penuh ketaatan <selama perintah itu tidak menentang syariat agama>
·         Seorang istri hendaklah memelihara kebersihan bagian bagian tubuhnya yang selalu menjadi tujuan hidung dan mata suami. Jangan sampai ia melihat sesuatu yang tidak menyenangkan pada dirimu dan agar ia selalu mencium aroma wangi dari tubuhmu
·         Seorang istri hendaklah selalu memperhatikan waktu makan dan waktu tidur suaminya. Karena rasa lapar membuatnya garang dan kurang tidur membuatnya mudah marah
·          Seorang istri hendaklah menjaga harta suaminya, memelihara kehormatanya dan keluarganya,mengatur keuangan rumah tangga yang baik dan merawat anak anak dengan penuh cinta.
·         Jangan pernah menentang perintahnya , menyebarkan aib atau rahasianya
·         Jangan tampakkan wajah ceria dihadapannya ketikaia sedang bersedih dan jangan pulatampakan wajah sedih saat ia sedang bahagia

Semoga kita semua bias menjadi wanita mulia itu. Dan semoga kita mendapat pendamping hidup lelaki yang soleh dan TIDAK PERNAH mengajak kita berbuat maksiat. Karena meski setiap perintah suami wajib dituruti, perintah dan ajakan untuk berbuat maksiat kepada ALLAH tetaplah harus kita tolak. Karena ketaatan kita yang pertama adalah kepada ALAH SWT.

<Dr.Aidh Abdulah Al-Qarni, La TahzanFor Smart Muslimah. Dengan sedikit perubahan dan tambahan>

Rabu, 13 April 2011

SANG KOMANDAN

Oleh Yazmin Aisyah

Bunda, siapakah yang disebut pahlawan itu?
Apakah hanya dia yang  tercantum dalam buku sejarah nan kelam?
Yang wanginya terus melati, makamnya selalu diziarahi
Namanya abadi dalam gedung tinggi,
Dan sekian ratus meter aspal menghitam

Bunda, aku punya beberapa puluh wanita dan pria yang mulia
Mendidikku dari tak bisa membaca sampai pandai merangkai kata
Mereka disebut dalam lagu sebagai pahlawan tanpa tanda dan jasa
Kau dan aku setuju kan Bunda?
Karena ilmu yang mereka berikan tak pernah hilang meski termakan usia

Bunda, tapi aku tak mengerti
Bagaimana dengan Sumiati, Kikim Komalasari
Dan entah berapa ribu lagi TKI yang terlukai
Bukankah merekapun pahlawan negeri?
Yang tak tersadari, mengais rezeki ditengah manusia tak bernurani
Padahal negeri ini, kaya tak terperi

Oh Bunda, aku semakin tak mengerti
Benarkah predikat pahlawan itu bergengsi?
Mengapa anak cucu bahkan istrinya sering masuk televisi?
Bukan untuk menerima upeti
Tapi karena harus terusir dari rumah yang berpuluh tahun didiami

Bunda, Bolehkah aku terus mencari?
Menyelami arti dari semua istilah yang membingungkan ini
Karena bagiku sejak dulu hingga kini
Hanya engkau pahlawan sejati
Yang tak pernah lelah mengabdi pada semua yang kau cintai
Padahal kau tahu betapa bebalnya kami
Tapi senyummu tak pernah habis terlukisi

Bunda, jika nanti kutemukan
Aku ingin menulis buku dan menerbitkan
Mereka yang kuanggap pahlawan
Dan namamu…
Kuletakkan dihalaman depan
Karena bagiku, kau lah komandan para pahlawan  

Dedicate to My Mom

HITAM PUTIH

Putih, bersih, suci.
Gaun pengantin putih itu tergeletak diranjangku. Menerorku dengan kesuciannya.
Aku tak pantas memakainya. Bukan aku. Bukan orang orang hitam sepertiku. Karena warna yang tercipta akan sangat kontras, tak pantas.  Bagaimana mungkin dia, sang malaikat yang menguarkan aura putih itu memintaku mengenakan gaun yang hanya pantas dipakai oleh bidadari saja. Padahal hitamku jelas terlukis. Ia tahu.
“aku pahami jalan hidupmu sebagai garis takdir. Hitam itu hanya warna. Izinkan aku berusaha mengembalikan dirimu kembali bidadari, putih meski sedikit demi sedikit…”
Itu yang dikatakannya, mengapa tekadnya begitu kuat? Tak takutkah ia jika putihnya ternoda? Dia tak kan mendapatkan apapun dariku selain rasa kecewa. Bahkan mungkin… kehancuran.
Aku membuka sedikit pintu kamar, mengintip kesibukan dari celah pintu. Orang orang lalu lalang mempersiapkan pernikahanku. Ohh…pernikahanku tinggal menunggu hitungan jam saja. Bagaimana ini?
Pintu kamarku diketuk. Ibu masuk dan menatapku dalam dalam.
“jangan khawatirkan apapun. Bukankah dia telah menerimamu apa adanya? Dia tahu semua tentangmu dan jika ia masih ingin menikahimu, itu adalah karunia dari Allah. Hadiah atas pertobatanmu..”
ibu mengelus kepalaku pelan. Penuh sayang. Namun sedetikpun aku tak berani menatap mata beningnya. Bu, semoga tidak kau lihat luka yang masih harus kusembunyikan. Luka yang menggores hampir seluruh tubuh hitamku. Tak mungkin kubuka karena itu akan membuatmu berduka.
“tidurlah. Besok pagi pagi kau harus sudah bangun. Lihat, gaun itu menantimu…”
Ia tersenyum sambil menunjuk gaun putih itu. hatiku berdesir.
Putih.
Ohh… betapa takutnya aku akan warna itu. karena ia ‘musuhku’
Ibu berlalu, menutup pintu kamar, meninggalkanku dalam senyap. Kamar ini, esok akan menjadi kamar pengantin. Nuansa putih - ohh…lagi lagi putih – yang mendominasi dekorasi membuatku mulai gemetar.
Aku menerima pinangan laki laki itu karena tahu betapa ingin Ibu melihatku menikah. Laki laki putih itu, mungkin adalah pilihan terbaik bagi gadis manapun. Kecuali aku. Aku tak kuasa menolak saat melihat mata ibu yang memohon. Padahal hatiku gamang. Ia putih. Aku hitam. Bagaimana mungkin bisa disatukan?
Dan kini, aku berada dipersimpangan. Masih ada beberapa jam lagi untuk membuat keputusan. Menikahinya berarti menghancurkan hidupnya. Membatalkan pernikahan sama saja mnghancurkan hati Ibu. Mana yang harus kupilih?
Aku memejamkan mata. Namun siluet itu kembali membayang. Obat obatan laknat, jarum suntik, tes darah..
HIV
Aku tersentak. Bagaimana mungkin aku melakukan ini? Bagaiamana mungkin aku menodainya putihnya dengan hitamku? membiarkannya berubah warna menjadi kelabu. Warna yang suram, tak hidup, tak enak dipandang mata. Bahkan bagiku ia bukan warna.
Dan jika nantinya ia menyiramiku, berarti tunas yang akan tumbuhpun semua akan kelabu, layu…
Itu tak boleh terjadi…
Dan sejam kemudian, disinilah aku. Mengemas gerimis sendiri. Mencoba berdamai dengan hati. Tak kan kubiarkan putih malaikat itu ternoda oleh hitamku.
Ibu, maafkan aku. Kuharap, suatu saat nanti kau akan tahu dengan caramu. Kau pasti mengerti.

Pages